<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatanku</title>
	<atom:link href="http://catatankudi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatankudi.wordpress.com</link>
	<description>Satu lagi dariku</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Mar 2008 09:50:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='catatankudi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e3c07b641117c82bb18fc3153fd0ac65?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatanku</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kisah Daun, Pohon, &amp; Angin</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kisah-daun-pohon-angin/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kisah-daun-pohon-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/kisah-daun-pohon-angin/</guid>
		<description><![CDATA[POHON
Orang2 memanggilku &#8220;POHON&#8221; karena aku sangat baik dalam menggambar
pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark
pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali&#8230;
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian
untuk mengatakannya. ..
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita
biasa saja.
AKU menyukainya. .sangat menyukainya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=48&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">POHON</p>
<p>Orang2 memanggilku &#8220;POHON&#8221; karena aku sangat baik dalam menggambar<br />
pohon.<br />
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark<br />
pada semua lukisanku.<br />
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali&#8230;<br />
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian<br />
untuk mengatakannya. ..<br />
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..<br />
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita<br />
biasa saja.<br />
AKU menyukainya. .sangat menyukainya. .Gayanya yang innocent dan apa<br />
adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. ..<br />
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena&#8230;<br />
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku&#8230;<br />
AKU takut&#8230;jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan<br />
hilang&#8230;<br />
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..<br />
AKU merasa dia adalah &#8220;sahabatku&#8221;. ..<br />
AKU akan memilikinya tiada batasnya&#8230;tidak harus memberikan semuanya<br />
hanya untuk dia&#8230;<br />
</span><span id="more-48"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan<br />
selama 3 tahun ini&#8230;<br />
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis<br />
selama 3 tahun&#8230;<br />
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya&#8230;<br />
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah&#8230;&#8221;lanjutkan saja&#8221; katanya,<br />
setelah itu pergi meninggalkan kami.<br />
Esoknya, matanya bengkak..dan merah&#8230;<br />
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis&#8230;<br />
but AKU tertawa&#8230;bercanda dengannya seharian di ruang itu&#8230;<br />
Di sudut ruang itu dia menangis&#8230;dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk<br />
mengambil sesuatu yang tertinggal.. .<br />
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana&#8230;.<br />
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..<br />
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk<br />
memulai perang dingin&#8230;<br />
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku&#8230;<br />
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan<br />
kaget&#8230;<br />
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama<br />
pacarku&#8230;<br />
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang<br />
terjadi sebelumnya.. .<br />
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit<br />
hatiku sama buruknya dengan dia&#8230;<br />
AKU juga sedih&#8230;<br />
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi&#8230;<br />
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang<br />
ingin kukatakan padanya&#8230;<br />
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan<br />
sesuatu padaku&#8230;<br />
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku&#8230;<br />
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang&#8230;<br />
AKU tau pria itu&#8230;dia sering mengejarnya selama ini&#8230;Pria yang baik,<br />
penuh energi dan menarik&#8230;<br />
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan<br />
mengucapkan selamat padanya&#8230;<br />
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat<br />
menahannya.. .<br />
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku&#8230;AKU tak bisa bernapas dan<br />
ingin berteriak namun apa daya&#8230;<br />
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya&#8230;<br />
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan<br />
kehadirannya. ..<br />
Handphoneku bergetar&#8230;ternyata ada SMS masuk&#8230;SMS itu dikirim 10 hari<br />
yang lalu ketika aku sedih dan menangis&#8230;<br />
SMS itu berbunyi,&#8221;DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON<br />
tidak memintanya untuk tinggal?&#8221;</p>
<p>DAUN</p>
<p>AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa ?<br />
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini<br />
ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.<br />
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi<br />
&#8220;Sahabat&#8221; .<br />
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya&#8230;<br />
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari<br />
sebelumnya &#8211; CEMBURU&#8230;<br />
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.<br />
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2<br />
bulan&#8230;<br />
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa<br />
gembiranya.<br />
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi&#8230;<br />
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia<br />
tidak mau mengatakannya?<br />
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk<br />
melangkah?<br />
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih&#8230;<br />
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa&#8230;<br />
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan&#8230;<br />
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?<br />
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati&#8230;AKU tahu<br />
kesukaannya. ..kebiasaannya. ..<br />
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui&#8230;<br />
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?<br />
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya. ..memberinya<br />
perhatian&#8230; menemani. ..dan mencintainya. ..<br />
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..<br />
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam&#8230;mengharapka n<br />
mengirimku SMS&#8230;<br />
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku&#8230;<br />
Karena itu, AKU menunggunya. ..3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU<br />
mau menyerah&#8230;Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu&#8230;<br />
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini&#8230;<br />
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia mengejarku<br />
tanpa lelah&#8230;<br />
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan<br />
dariku&#8230;<br />
AKU berpikir&#8230;apakah aku ingin memberikan ruang kecil dihatiku untuknya<br />
?!..<br />
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk<br />
terbang dari pohon&#8230;<br />
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang<br />
yang kecil di hatiku&#8230;<br />
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang<br />
lebih baik&#8230;<br />
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon&#8230;tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak<br />
memintaku untuk tinggal&#8230;<br />
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku&#8230;<br />
&#8220;DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya<br />
untuk tinggal?&#8221;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=48&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kisah-daun-pohon-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Hidup</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/perjalanan-hidup/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/perjalanan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:49:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/perjalanan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=47&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.</span></p>
<p>Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.</p>
<p>Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya. <span id="more-47"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"><br />
&#8220;Buk&#8230;.!!!!&#8221;</span></p>
<p>Aah&#8230;, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.</p>
<p>&#8220;Cittt&#8230;.&#8221; ditekannya rem mobil kuat-kuat.</p>
<p>Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.</p>
<p>Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Ditariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.</p>
<p>&#8220;Apa yang telah kau lakukan!?!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!! Lihat goresan itu&#8221;, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.</p>
<p>&#8220;Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya.&#8221; Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.</p>
<p>Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.</p>
<p>&#8220;Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.&#8221; Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.</p>
<p>&#8220;Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti&#8230;.&#8221;</p>
<p>Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.</p>
<p>&#8220;Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..&#8221;</p>
<p>Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.</p>
<p>&#8220;Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.&#8221;</p>
<p>Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, diangkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya. Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.</p>
<p>&#8220;Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.&#8221;</p>
<p>Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.</p>
<p>Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tsb, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya. Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.</p>
<p>Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat:<br />
&#8220;Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.&#8221;</p>
<p>Sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?</p>
<p>Tuhan akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.</p>
<p>Kadang memang, ada yang akan &#8220;melemparkan batu&#8221; buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=47&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/perjalanan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membeli Cinta</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/membeli-cinta/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/membeli-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/membeli-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang batur (baca: hamba sahaya) yang sangat lugu &#8211; begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.
Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. &#8220;Hutang mereka sudah jatuh tempo,&#8221; kata sang tuan. &#8220;Baik, Tuan,&#8221; sahut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=46&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';">Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang batur (baca: hamba sahaya) yang sangat lugu &#8211; begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.</p>
<p>Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. &#8220;Hutang mereka sudah jatuh tempo,&#8221; kata sang tuan. &#8220;Baik, Tuan,&#8221; sahut si bodoh. &#8220;Tetapi nanti uangnya mau diapakan?&#8221; &#8220;Belikan sesuatu yang aku belum punyai,&#8221; jawab sang tuan.</p>
<p>Maka pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.<br />
</span><span id="more-46"></span><br />
<span style="font-family:'Century Gothic';"> Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, &#8220;Belikan sesuatu yang belum aku miliki.&#8221; &#8220;Apa, ya?&#8221; tanya si bodoh dalam hati. &#8220;Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?&#8221; Setelah berpikir agak lama, si bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk. &#8220;Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian,&#8221; katanya.</p>
<p>Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan. Ketika si bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala. &#8220;Benar-benar bodoh,&#8221; omelnya.</p>
<p>Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka; pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu. Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya. Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodoh yang ikut serta. Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat; mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan.</p>
<p>&#8220;Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?&#8221; tanya sang tuan. &#8220;Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampung ini,&#8221; jawab si bodoh. &#8220;Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka.&#8221;</p>
<p>Semoga orang-orang yang punya kekayaan dan pengaruh dapat belajar dari kisah tadi ; bahwa kekayaan dan pengaruh baru akan sangat berguna kalau dipergunakan untuk menebar cinta kasih. Sebab, seperti kata penulis Amsal &#8220;Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dan dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Let&#8217;s take our opportunity to &#8216;buy love&#8217; before it becomes too late, because everybody needs each other; in laugh and in sadness&#8221; </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=46&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/membeli-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mantel Kuning</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/mantel-kuning/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/mantel-kuning/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/mantel-kuning/</guid>
		<description><![CDATA[Rinai hujan selalu membuat saya terharu. Rintiknya, mengingatkan pada masa-masa yang telah lalu. Begitu pula hari ini. Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=45&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Rinai hujan selalu membuat saya terharu. Rintiknya, mengingatkan pada masa-masa yang telah lalu. Begitu pula hari ini. Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan selalu tampak indah. Namun sayang, Ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walau sempat kecewa, saya harus menurut, dan menahan keinginan untuk mempunyai mantel kuning itu.</p>
<p>Walau begitu, saya tetap kesal. Dan rasa itu memuncak ketika saya harus pulang dari sekolah. Hari itu hujan begitu deras. Saya makin kecewa dengan Ibu. Sebab, jika ada mantel, tentu saya tak perlu kena hujan, dan bisa bergabung bersama teman-teman yang lain. Kesal, dan marah, begitulah yangsaya rasakan saat itu. Sementara yang lain tertawa dan menikmati hujan, saya harus berjalan pulang dengan tubuh yang basah kuyup.<br />
</span><span id="more-45"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"> Ah..di tengah perjalanan, saya bertemu dengan Ibu. Dia tampak membawakan payung untuk saya. Karena terlanjur marah, saya tak menerima payung itu, dan ngambek, untuk tetap pulang tanpa payung. Walau begitu, ia tampak ingin melindungi saya dengan payungnya. Mendekap, agar saya tak terlalu basah terkena hujan. Hujan makin deras, dan kami pun berjalan pulang, walau saya tetap ngambek dan menolak untuk di payungi. Sesampainya di rumah, tingkah itu terus saya perbuat. Saya tetap menolak untuk berganti pakaian. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, hal itu saya selesaikan. Ibu, kemudian datang dengan handuk, dan langsung menyelubungi saya dengan handuk itu. Ada kehangatan yang segera menyergap. Saya menjadi lebih tenang. Tetap, tak ada kata-kata yang keluar dari Ibu, selain terus menghangatkan saya dengan handuk itu. Tangannya terus membersihkan setiap air hujan yang ada di badan. Diseka nya kepala saya, agar tak nanti tak membuat sakit. Masih dalam diam, Ibu kemudian memberikan pakaian ganti. Setelah itu, dia masih menyodorkan teh manis hangat buat saya. Ya, segelas teh manis, sebab, susu coklat, adalah hal yang jarang saya rasakan saat itu. Ya, kehangatan kembali hadir dalam tubuh. Walau saya mungkin tak mengerti apapun, saya yakin, ada kehangatan lain yang diberikan Ibu saat itu.</p>
<p>Ya, teman, begitulah. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning seperti yang saya impikan. Namun, payungnya telah membuat saya aman. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning untuk terhindar dari hujan, namun, dekapannya membuat saya terhindar dari apapun. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning itu, namun, handuk hangatnya melebihi setiap kehangatan yang mampu diberikan setiap mantel. Ibu mungkin tak mampu membelikan mantel kuning, namun, usapan lembutnya, adalah segalanya buat saya.</p>
<p>Ibu mungkin tak menjemput saya dengan mobil atau kendaraan lain, namun lingkaran tangannya di tubuh saya, adalah dekapan yang paling indah. Ibu mungkin tak bisa memberikan susu coklat, namun, teh manisnya, lebih berharga dari apapun. Ibu mungkin tak bisa memberikan saya banyak hal lain, namun, dekapan, usapan, uluran tangan, perhatian, kasih sayang, sudah cukup sebagai penggantinya.</p>
<p>Ya, rintik hujan selalu membuat saya terharu. Terima kasih buat Ibu yang tak membelikan saya mantel kuning. Karena, apa yang telah diberikannya selama ini, jauh melampaui semuanya. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=45&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/mantel-kuning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Sempurna</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/hati-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/hati-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/hati-yang-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=44&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.</p>
<p>Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata &#8220;Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?&#8221;.</p>
<p>Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?<br />
</span><span id="more-44"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"> Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa &#8220;Anda pasti bercanda, pak tua&#8221;, katanya, &#8220;bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ya&#8221;, kata pak tua itu,&#8221; hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan &#8211; - memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?&#8221;</p>
<p>Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=44&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/hati-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Seorang Anak Kecil</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kasih-seorang-anak-kecil/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kasih-seorang-anak-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/kasih-seorang-anak-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar tahun lalu, saya melayani seorang anak kecil berumur 5 tahun untuk mengisi libur musim panas sebagai Babysitter. Dan masa itu adalah pekerjaan musim panas yang paling berkesan!
Maddie dan saya selalu berjalan jalan di taman setiap hari setelah makan siang. Maddie suka bermain ayunan dan perosotan di taman itu. Walaupun masih kecil, Maddie mempunyai hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=43&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Sekitar tahun lalu, saya melayani seorang anak kecil berumur 5 tahun untuk mengisi libur musim panas sebagai Babysitter. Dan masa itu adalah pekerjaan musim panas yang paling berkesan!</span></p>
<p>Maddie dan saya selalu berjalan jalan di taman setiap hari setelah makan siang. Maddie suka bermain ayunan dan perosotan di taman itu. Walaupun masih kecil, Maddie mempunyai hati yang baik, dan dia selalu membuat saya terkejut pada kasihya terhadap orang lain. Kedua orang tuanya pun juga sama &#8211; Selalu ada damai sejahtera diantara mereka. Saya selalu bertanya, mengapa mereka sangat berbeda dari orang orang lain?<br />
<span id="more-43"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"> Suatu hari di taman itu, saya sedang mendorong Maddie yang bermain ayunan, dan kami mendengar banyak anak anak kecil tertawa. Kami melihat ada sekelompok anak anak yang berkumpul di sebuah tempat di taman itu.</span></p>
<p>Maddie menyetop ayunannya, dan ingin pergi kesana untuk melihat apa yang sedang mereka tertawakan.</p>
<p>Kami berjalan, dan seorang anak laki-laki lari menuju Maddie dan mengatakan, &#8220;Ayo ke sini dan lihat orang perempuan aneh ini! Ia kotor dan berbau, menangis lagi!&#8221;</p>
<p>Maddie mendorong anak laki laki itu, dan menuju ke seorang wanita yang sedang duduk di tanah. Wanita itu kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, walaupun kemungkinan umurnya lebih muda. Karena terlihat kehidupannya sangat susah, dan anak laki-laki itu benar, orang itu berbau dan kotor. Suatu hal yang akan ku pikir akan kulakukan adalah memegang Maddie dan menyingkirkannya dari orang itu.</p>
<p>Ketika saya mencarinya, ternyata Maddie sudah duduk di samping wanita itu, dan memegang tangan orang itu. Orang itu melihat kepada Maddie dan tersenyum. Untuk beberapa detik lamanya orang itu rasanya tidak lagi berbau dan kotor, dia cantik!! Anak-anak yang lain akhirnya meninggalkan orang itu, dan Maddie memeluk orang itu, lalu Maddie meninggalkannya.</p>
<p>Di sepanjang jalan, Maddie menggumamkan sebuah nyanyian, dan berlompat-lompat kecil, sesuai kebiasaannya. Ia gembira, sepertinya tidak memikirkan kesusahan. Saya menunggu Maddie mengatakan sesuatu tentang wanita itu, tetapi ia tidak mengatakan sepatah katapun.</p>
<p>Akhirnya ketika sampai di rumah, saya tidak tahan lagi. Saya menghampiri Maddie dan berkata, &#8220;Mengapa kamu lakukan itu?&#8221;</p>
<p>Maddie bertanya balik, &#8220;Melakukan apa Julie?&#8221; dan saya jawab, &#8220;Mengapa kamu memegang tangan dan memeluk orang itu sedangkan anak anak lain menertawainya dan menakut-nakutinya?&#8221;</p>
<p>Maddie menatap saya dan berkata, &#8220;Julie, Yesus tidak akan memperlakukan wanita itu seperti itu. Setiap orang menertawakan dan memperlakukan Yesus seperti apa yang mereka perbuat, tapi apa yang Yesus telah perbuat! Dia sudah mati untuk kita di kayu salib. Setiap kali saya melihat seseorang dipermalukan seperti itu, saya selalu pergi menemuinya, memeluk mereka, dan mengatakan bahwa Yesus mencintai mereka, hal itu selalu membuat mereka merasa menjadi lebih baik.</p>
<p>Saya yang berumur 23 tahun, seharusnya lebih pintar! Tetapi anak berumur 5 tahun ini mengetahui lebih banyak daripada saya. Dan itulah Maddie! Yesus, datang ke dunia yang kotor dan dingin ini, ditertawakan, diludahi, tetapi Dia mati untuk kita. Saya berubah mulai hari itu, dunia terlihat berbeda, dan hal itu dikarenakan seorang anak perempuan kecil berumur 5 tahun yang telah memperlihatkan apa arti sebenarnya Kasih.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=43&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/kasih-seorang-anak-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Install Cinta Kasih</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/install-cinta-kasih/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/install-cinta-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/install-cinta-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?
CS: Langkah pertama adalah membuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=42&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';">Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?</p>
<p>Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?</p>
<p>CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?</p>
<p>P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?</p>
<p>CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?<br />
</span><span id="more-42"></span><br />
<span style="font-family:'Century Gothic';"> P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?</p>
<p>CS: Program apa saja yang sedang aktif?</p>
<p>P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.</p>
<p>CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?</p>
<p>P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?</p>
<p>CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.</p>
<p>P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?</p>
<p>CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?</p>
<p>P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?</p>
<p>CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.</p>
<p>P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>CS: Apa pesannya?</p>
<p>P: ERROR 412 &#8211; PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT&#8221;. apa artinya?</p>
<p>CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i mesin anda sendiri sebelum men-&#8221;CINTA-KASIH&#8221;-i orang lain.</p>
<p>P: Lalu apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut &#8220;PASRAH&#8221;?</p>
<p>P: Ya, sudah.</p>
<p>CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori &#8220;MYHEART&#8221; MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.</p>
<p>P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?</p>
<p>CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.</p>
<p>P: Apa?</p>
<p>CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=42&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/install-cinta-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tamu Istimewa</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/tamu-istimewa/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/tamu-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/tamu-istimewa/</guid>
		<description><![CDATA[Pada minggu ini Conrad, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus : Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.
Jadi Conrad duduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=41&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Century Gothic';">Pada minggu ini Conrad, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus : Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.</p>
<p>Jadi Conrad duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu, hatinya penuh dengan kegembiraan. Kemudian dia mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada pintu &#8220;Itu DIA,&#8221; pikir Conrad, sambil lari ke arah pintu dan membukanya.</p>
<p>Ternyata itu hanyalah tukang pengantar surat. Wajahnya merah dan jari-jarinya biru kedinginan. Dia menatap sambil menelan ludah ke arah cerek teh di tungku. Conrad mempersilahkan dia duduk menghangatkan diri di dekat tungku. Kata pengantar surat itu, &#8220;Terima kasih, teh ini enak sekali.&#8221; Kemudian dia menghilang di tengah hawa dingin di luar.<br />
</span><span id="more-41"></span><br />
<span style="font-family:'Century Gothic';"> Ketika pengantar surat itu pergi, Conrad membersihkan meja lagi. Lalu dia duduk di dekat jendela untuk menanti kedatangan tamunya. Dia merasa yakin bahwa tamu itu akan datang.</p>
<p>Tiba-tiba dia melihat seorang anak laki-laki kecil yang sedang menangis. Conrad memanggilnya dan mengetahui bahwa anak itu kehilangan jejak ibunya di kota dan tidak tahu jalan untuk pulang. Kemudian, Conrad menulis pada secarik kertas dan meletakkannya di atas meja. Tulisan itu berbunyi, &#8220;Tunggulah saya. Saya akan kembali segera.&#8221; Kemudian dia membiarkan pintu terbuka sedikit dan menggandeng anak kecil itu serta membawanya pulang.</p>
<p>Ternyata perjalanan itu lebih lama dari perkiraannya, bahkan hari sudah mulai agak gelap ketika dia kembali ke rumah. Dia terkejut mendapati seseorang ada di dalam rumahnya sambil memandang ke luar jendela. tapi lalu hatinya berdebar. Orang itu pastilah Tuhan, yang sudah berjanji untuk datang.</p>
<p>Namun Conrad mengenali bahwa orang itu adalah perempuan yang tinggal di tingkat atas dari flatnya. Perempuan itu tampak sedih dan lelah. Dia memberi tahu bahwa dia tak bisa tidur sama sekali sebab anak laki-lakinya Peter sedang sakit parah. Dia tidak tahu mau berbuat apa. Anak itu diam terbaring di sana, demamnya tinggi, dan dia tidak bisa lagi mengenali ibunya.</p>
<p>Conrad merasa ikut sedih. Perempuan itu hidup sendiri dengan anaknya di sana sejak suaminya meninggal dalam kecelakaan. Jadi dia ikut wanita itu. Mereka bersama-sama menyelimuti Peter dengan kain basah. Conrad duduk di tepi tempat tidur anak laki-laki itu, sementara ibunya beristirahat sejenak.</p>
<p>Ketika dia kembali ke ruangannya, hari sudah larut malam. Conrad sangat lelah dan sungguh kecewa ketika membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Hari sudah larut. Tuhan belum juga datang.</p>
<p>Tiba-tiba dia mendengar suara. Ternyata suara Tuhan yang berkata, &#8220;Terima kasih, karena menghangatkan tubuh saya di rumahmu hari ini. Terima kasih karena menunjukkan jalan ke rumah. Dan terima kasih atas dukungan dan bantuanmu. Conrad, saya berterima kasih karena hari ini saya bisa menjadi tamumu.&#8221; </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=41&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/tamu-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Kasih di Matamu</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/ada-kasih-di-matamu/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/ada-kasih-di-matamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/ada-kasih-di-matamu/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=40&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.</p>
<p>Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju.<br />
</span><span id="more-40"></span><br />
<span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';"> Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata, &#8220;Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki.&#8221;</p>
<p>Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, &#8220;Tentu. Naiklah.&#8221;</p>
<p>Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer.</p>
<p>Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya, &#8220;Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana ?&#8221;</p>
<p>Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggan kuda, dan menjawab, &#8220;Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang.&#8221;</p>
<p>Si orang tua melanjutkan, &#8220;Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya.&#8221;</p>
<p>Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam.</p>
<p>&#8220;Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak&#8221;, ia berkata pada si orang tua. &#8220;Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dan kebaikan hati saya.&#8221;</p>
<p>Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=40&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/ada-kasih-di-matamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang yang Tidak Pernah Miskin</title>
		<link>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/orang-yang-tidak-pernah-miskin/</link>
		<comments>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/orang-yang-tidak-pernah-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedesani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabut7.com/blogs/uncategorized/orang-yang-tidak-pernah-miskin/</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi kaya, mungkin itu adalah impian banyak sekali orang. Entah itu kaya secara material, maupun kaya secara spiritual, apa lagi kaya kedua-duanya, ia sudah menjadi magnet dengan daya tarik yang demikian besar. Lebih dari delapan puluh persen energi manusia terkuras untuk meraih ini semua. Bahkan tidak sedikit manusia yang menghabiskan hampir seluruh hayatnya hanya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=39&subd=catatankudi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;font-family:'Century Gothic';">Menjadi kaya, mungkin itu adalah impian banyak sekali orang. Entah itu kaya secara material, maupun kaya secara spiritual, apa lagi kaya kedua-duanya, ia sudah menjadi magnet dengan daya tarik yang demikian besar. Lebih dari delapan puluh persen energi manusia terkuras untuk meraih ini semua. Bahkan tidak sedikit manusia yang menghabiskan hampir seluruh hayatnya hanya untuk menjadi kaya. Tidak ada satupun manusia waras yang bercita-cita untuk menjadi miskin.</p>
<p>Di tengah arus deras pencaharian seperti ini, dalam renungan-renungan keheningan kadang terpikir, adakah manusia yang tidak pernah miskin? Ya sejak lahir sampai dengan meninggal, ia tidak pernah mengalami kemiskinan. Kalau orang seperti itu ada, betapa beruntungnya dia. Lama sempat saya mencari orang-orang yang tidak pernah miskin ini. Dari sekian desa dan kota yang sempat saya kunjungi. Entah di negeri sendiri, atau di negeri orang, sungguh teramat sulit menemukannya. Ada yang lahir serta besar di keluarga kaya secara materi, namun merasa diri paling miskin di dunia. Sebab, selalu membandingkan dirinya dengan orang yang lebih tinggi. Ada juga yang lahir dan tumbuh di keluarga yang kaya secara spiritual, tetapi menyesali kehidupan materinya yang serba kekurangan.</p>
<p>Ada jawaban yang sederhana dan mendasar mengenai kemiskinan ini, yaitu: &#8220;those who are good at enjoying life are not poor&#8221;. Dengan kata lain, manusia yang tidak pernah miskin berkaitan dengan seberapa baik dan seberapa bisa ia menikmati dan mensyukuri hidupnya. Begitu kemampuan menikmati dan mensyukuri melekat dalam pada kehidupan seseorang, maka masuklah ia dalam kelompok yang tak pernah miskin.</p>
<p>Bagaimana bisa disebut miskin kalau pada tingkatan penghasilan dan kehidupan manapun ia hanya mengenal kata syukur, syukur dan syukur. Di tahapan-tahapan awal, syukur memang memerlukan pembanding, terutama pembanding yang lebih rendah. Akan tetapi, dalam pemahaman yang lebih mendalam, syukur adalah syukur. Ia tidak lagi memerlukan pembanding.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/catatankudi.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/catatankudi.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatankudi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatankudi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatankudi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatankudi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatankudi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatankudi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatankudi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatankudi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatankudi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatankudi.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatankudi.wordpress.com&blog=3189009&post=39&subd=catatankudi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatankudi.wordpress.com/2008/03/16/orang-yang-tidak-pernah-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a44a16bfc69a09471c894146e904a53?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedesani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>